Merawat anak kucing yang ditinggal induknya memang butuh perjuangan ekstra. Mereka sangat bergantung pada kehangatan, asupan nutrisi, dan stimulasi untuk bertahan hidup. Tapi jangan khawatir, prosesnya mirip seperti merawat bayi manusia—hanya saja mereka tumbuh lebih cepat, jadi fase kritisnya tidak berlangsung lama.

Dokter hewan dari DoveLewis Emergency Animal Hospital, dr. Erika Loftin, menegaskan bahwa meski butuh dedikasi penuh, merawat anak kucing neonatal yatim sangat mungkin dilakukan asal kamu punya waktu dan kesabaran. Yuk, simak panduan lengkapnya.

1. Ciptakan Lingkungan Hangat dan Aman

Anak kucing baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri hingga usia sekitar tiga minggu. Tanpa kehangatan yang cukup, mereka rentan hipotermia yang bisa berakibat fatal. Berikut yang perlu kamu lakukan:

  • Siapkan kotak atau kardus yang dilapisi selimut lembut. Letakkan botol air hangat yang dibungkus handuk di antara selimut sebagai sumber panas.
  • Jaga suhu ruangan sekitar 29°C, terutama selama enam minggu pertama.
  • Hindari penggunaan heating pad listrik karena risiko kepanasan lebih tinggi. Beri juga area tanpa panas agar anak kucing bisa bergerak jika kepanasan.
  • Batasi jumlah orang yang memegang anak kucing dalam empat minggu pertama untuk mengurangi stres.
  • Ingat, anak kucing lahir buta dan baru membuka mata pada usia 7–14 hari. Jadi, keamanan dan kehangatan adalah prioritas utama.

2. Beri Nutrisi Pengganti ASI yang Tepat

Nutrisi adalah kunci utama. Susu induk kucing memang yang terbaik, tapi kamu bisa menggantinya dengan susu formula khusus anak kucing (Kitten Milk Replacer atau KMR). Hindari susu sapi karena bisa menyebabkan diare dan dehidrasi.

  • Gunakan merek seperti Royal Canin Babycat Milk atau Beaphar yang mudah ditemukan di toko hewan.
  • Saat menyusui, posisikan anak kucing tengkurap, jangan telentang seperti bayi manusia—susu bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
  • Jadwal pemberian makan: minggu pertama setiap 2–3 jam, lalu bertahap menjadi setiap 4 jam.
  • Perhatikan lubang dot: jangan terlalu besar agar anak kucing tidak tersedak. Biarkan mereka menyusu dengan ritmenya sendiri.
  • Transisi ke makanan padat dimulai sekitar usia 3–4 minggu. Campurkan wet food khusus kitten dengan sedikit KMR untuk memudahkan pencernaan.
  • Pastikan makanan mengandung taurin, asam amino esensial yang penting untuk jantung dan mata kucing.

3. Bantu Buang Air, Jaga Kebersihan, dan Sosialisasi

Tanpa induk, kamu harus membantu anak kucing buang air. Biasanya induk menjilat area genital untuk merangsang buang air. Kamu bisa menggantinya dengan kapas atau kain lembut yang dibasahi air hangat, lalu usap perlahan area tersebut setelah setiap kali makan.

Selain itu, jaga kebersihan tubuh anak kucing dengan lap basah hangat, terutama jika ada sisa susu yang menempel. Mulai sosialisasi secara perlahan setelah usia 4 minggu, dengan mengajaknya bermain ringan atau membiasakan suara-suara di rumah.

Merawat anak kucing yatim memang membutuhkan waktu dan perhatian ekstra, tapi melihat mereka tumbuh sehat dan lincah pasti akan membuat semua usaha terbayar. Kamu bisa melakukannya, Mom!

Reporter: Mutiara Salimah